“Once in a while, when it’s good
it’ll feel like it should
when you’re all still around
and you’re still safe and sound
and you don’t miss a thing
till you cry when you’re driving away in the dark
singing stop this train
I want to get off and go back home again
I can’t take the speed this thing is moving in
I know I can’t cause now I see I’ll never gonna stop this train.”
- Stop This Train, John Mayer -
John Mayer. Sebenarnya saya bukan penggemar berat musisi, penyanyi sekaligus song-writer yang satu ini. Hanya sebatas tahu dan menyukai beberapa lagunya saja. Salah satunya adalah Stop This Train.
Pertama kali mendengar lagu ini, saya langsung suka pada petikan gitar JM yang menyerupai suara kereta api yang sedang bergerak konstan. (Eh bener ngga sih? Menurut saya sih kedengarannya seperti itu
) Lagu ini pun menjadi salah satu must-hear song dalam playlist saya. Berulang kali saya memutar lagu ini, namun baru kemarin saya benar-benar “mendengarkan” liriknya yang ternyata daleeeeem! Haaa. Sekarang tiap kali saya mendengar lagu ini, I get teary eyed. Serius. Buat saya, Stop This Train adalah lagu JM yang paling menguras emosi (halah!).
Stop This Train membuat saya berpikir..
.. bahwa kehidupan ini ibaratnya sebuah perjalanan mengendarai kereta api. Saya tidak tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan kereta ini untuk sampai ke tujuan. Saya tidak tahu jalur seperti apa yang akan saya tempuh. Saya juga tidak tahu apa dan siapa saja yang akan saya jumpai selama perjalanan. Yang saya tahu hanyalah apapun yang terjadi, saya tetap harus meneruskan perjalanan. Sebab kereta ini tidak akan pernah berhenti.
.. dan menjadi dewasa berarti saya harus siap menempuh perjalanan ini sendirian. Tidak ada lagi ayah dan ibu yang menemani, menuntun dan melindungi seperti ketika saya masih kanak-kanak dulu. Have to fighting life out on my own – seperti kata JM dalam lagunya. Menjadi dewasa berarti saya harus siap berjumpa dengan realitas yang lebih luas dan tanggung jawab yang lebih besar. Berbeda dengan dunia kanak-kanak di mana segala sesuatu tampak jauh lebih sederhana. Menjadi dewasa berarti saya juga harus siap berdamai dengan kenyataan bahwa dunia tidak selamanya penuh warna layaknya dunia kanak-kanak. Terkadang saya hanya menjumpai hitam dan putih.
Ada saat-saat di mana saya merasa lelah menjadi orang dewasa dan ingin berteriak “Stop this train. I want to get off and go home again.” Di saat-saat seperti itu rasanya saya ingin sekali memutar balik waktu dan kembali ke masa kanak-kanak. Namun tak seorang pun dapat memutar balik waktu. Saya tahu itu. Yang dapat saya lakukan adalah belajar berdamai dengan hidup. Belajar menerima apa yang telah digariskan untuk saya. Sebab selalu ada banyak hal yang patut disyukuri dalam hidup. Baik yang manis maupun pahit. Mudah maupun sulit. Seperti yang dikatakan old man dalam lagu JM “Turn sixty eight and you’ll re-negotiate. Don’t stop this train. Don’t for a minute change the place you’re in.” Saya tahu melakukannya memang jauh lebih sulit daripada sekadar mengucapkannya, tapi insyaAllah saya akan berusaha. I’ll never gonna stop this train.
Gambar diambil dari www.123rf.com








